BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.    LATAR BELAKANG

Sarjana merupakan label yang diberikan kepada sesorang yang diharapkan memiliki kemampuan intelektul yang tinggi, nalar kritis baik sebagai landasan idealis maupun sebagai analisa terhadap realita, sehingga keilmuan yang dimiliki mampu memberikan peruabahan kepada masyarakat menuju sebuah masyarakat yang berperadaban tinggi dan ideal.

Mahasiswa adalah mereka yang berada dalam proses menuju sarjana, artinya mereka yang sedang berikhtiyar menuju pribadi yang idela yang selanjutnya mampu mewarnai kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Maka salah satu kompononen penting dalam proses tersebuat adalah adanya materi ajar yang relevan dengan tujuan proses belajar yang sedang dilakukan.

Sehingga untuk mencapai target yang diharapkan maka dalam dunia perkuliahan mahasiswa akan dituntut menyelesaikan beberapa disiplian keilmuan, yang secara umum merupakan disiplin keilmuan yang mendukung kepada spesifikasi jurusan/keahlian yang diambil dan disiplian keilmuan dasar, yang artinya serangkaian ilmu pengetahuan yang diajarkan kepada mahasiswa setiap jurusan. Ilmu dasar ini secara umum ditujuakan untuk menjadikan sosok mahasiswa sebagai sosok professional yang cakap, terampil sekaligus peka terhadap realita, sehingga dapat menggugah semangat untuk mengabdi kepada masyarakat dan bangsa. Dan untuk mencapai tujuan mulia tersebut maka kepekaan dan kecerdasan membaca realita menjadi kebutuhan dasar dan pokok. Diantara ilmu dasar yang diberikan kepada mahasiswa guna mewujudkan cita-cita pendidikan nasional adalah Ilmu Alam Ilmu Sosial Budaya Dasar (IAISBD), selanjutnya dalam makalah ini akan dibahas tentang apa itu Ilmu Sosial Dasar, kenapa ISD ada serta meliputi apa pembahasan di dalam ilmu ini.

 

  1. B.     RUMUSAN MASALAH
    1. Apakah latar belakang Ilmu Sosial Dasar (ISD) ?
    2. Apa ruang lingkup Ilmu Sosial Dasar (ISD) ?
    3. Bagaimana interkasi social : individu, keluarga dan masyarakat ?

 

  1. C.    TUJUAN PEMBAHASAN
    1. Untuk mengetahui latar belakang Ilmu Sosial Dasar (ISD)
    2. Untuk memahami ruang lingkup Ilmu Sosial Dasar (ISD)
    3. Memahami interkasi social: individu, keluarga dan masyarakat

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.       LATAR BELAKANG ILMU SOSIAL DASAR

Pendidikan tinggi diharapkan dapat menghasilkan sarjana-sarjana yang mempunyai seperangkat kemampuan yang terdiri atas : 1. Kemampuan akademik, 2. Kemampuan Profesi, dan 3. Kemampuan Pribadi.

Dengan seperangkat kemampuan yang dimiliki seseorang diatas lulusan perguruan tinggi diharapkan seseorang menjadi sarjana yang sujana yaitu sarjana yang cakap dan ahli dalam bidang yang ditekuninya serta mau dan mampu mengabdikan keahliannya untuk kepentingan masyarakat indonesi dan umat manusia pada umumnya. Pencapaian kemampuan akademik dan kemampuan profesi telah diusahakan melalui mata kuliah (MKK). Kedua kemampuan tersebut bertujuan untuk memberikan keahlian dalam bidangnya dan kemampuan menerapkan keahlian itu dalam masyarakat. Berikut adalah MKDU/ Mata Kuliah Dasar Umum yang terdiri atas mata kuliah:

  • Pancasila
  • Agama
  • Kewiraan
  • PENDIDIKAN Sejarah Perjuangan Bangsa
  • Ilmu Alamiah Dasar (IAD)
  • Ilmu Sosial Dasar (ISD)
  • Ilmu Budaya Dasar (IBD)

Dari MKDU perguruan tinggi di Indonesia dapat di kelompokkan menjadi 2, Kelompok pertama meliputi mata kuliah : Pancasila, Agama, Pendidikan Sejarah perjuangan bangsa dan Kewiraan. Kelompok ini diharapkan dapat memberikan dasar pedoman untuk bertindak sebagai warga Negara terpelajar yang baik. Keempat mata kuliah tersebut wajib di ikuti oleh semua mahasiswa di perguruan tinggi, yang dinilai dan ikut menentukan kelulusan.

Kelompok kedua meliputi mata kuliah : IAD, ISD, dan IBD. Kelompok ini diharapkan dapat membantu kepekaan mahasiswa berkenaan dengan lingkungan alamiah, Lingkungan sosial dan lingkungan budaya.

Ketiga mata kuliah diatas diberikan kepada semua mahasiswa dengan ketentuan bahwa mahasiswa bidang pengetahuan keahlian yang berada dalam ruang lingkup salah satu mata kuliah dasar tersebut tidak diwajibkan mengikuti mata kuliah dasar yang bersangkutan.

Secara Spesifik kemampuan pribadi yang hendak di capai melalui MKDU bertujuan menghasilkan warga Negara Sarjana yang berkualifikasi sebagai berikut:
Taqwa kepada tuhan yang maha esa , bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya, dan memilki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain
Berjiwa Pancasila sehingga segal keputusan serta tindakannya mencerminkan nilai-nilai pancasila dan memiliki Integritas kepribadian yang tinggi, yang mendahulukan kepentingan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.

Memiliki wawasan sejarah perjuangan bangsa, sehingga dapat memperkuat semangat kebangsaan, mempertebal cinta tanah air, meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, Mempertinggi kebanggan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral di dalam menyikapi oermasalahan kehidupan, baik sosial, ekonomi, politik, pertahanan keamanan maupun kebudayaan. Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan secara bersama sama mampu berperan serta meningkatkan kualitasnya, maupun tentang lingkungan alamnya secara bersama sama serta di dalam pelestariannya.

Tema pokok perkuliahan ISD sebagai bagian dari MKDU adalah hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. Hubungan tersebut dapat mewujudkan adanya kenyataan kenyataan sosial dan masalah masalah sosial dan inilah yang menjadi pusat perhatian dari Ilmu Sosial Dasar dan yang penelaahannya menggunakan pendekatan berbagai disiplin (interdisiplin dan atau multidisiplin) dengan memanfaatkan pengertian pengertian (fakta,konsep, teori) yang berasal dari lapangan ilmu ilmu sosial seperti: sejarah, ekonomi, geografi, sosial, sosiologi, antropologi dan psikologis sosial.

 

  1. B.        RUANG LINGKUP ILMU SOSIAL DASAR
    1. 1.      PENGERTIAN

Untuk menjawab berbagai tantangan dan persoalan dalam kehidupan lahirlah berbagai cabang ilmu pengetahuan. Berdasarkan sumber filsafat yang dianggap sebagai ibu dari ilmu pengetahuan, maka ilmu pengetahuan dapat dikelompokan menjadi tiga :

Natural sciences (ilmu-ilmu alamiah), meliputi: Fisika, Kimia, astronomi, biologi dan sejenisnya, Sosial sciences (ilmu-ilmu sosial) terdiri dari: Sosiologi, Ekonomi, Politik antropologi, Sejarah, Psykologi, Geografi dan sejenisnya, Humanities (ilmu-ilmu budaya) meliputi: Bahasa, Agama, Kesusastraan, Kesenian dll.

Mengikuti pembagian ilmu pengetahuan seperti tersebut diatas maka Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar adalah satuan pengetahuan yang dikembangkan sebagai usaha pendidikan.

Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah masalah sosial khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian pengertian (fakta, konsep teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu ilmu sosial seperti: Sejarah, ekonomio, geografi sosial. Sosiologi, antropologi, psikologi sosial.

Ilmu sosial dasar tidak merupakan gabungan dari ilmu sosial dasar yang dipadukan, karena ilmu sosial dasar tidak memiliki objek dan metode ilmiah tersendiri dan juga ia tidak mengembangkan suatu penilitian sebagaimana suatu disiplin ilmu seperti ilmu-ilmu sosial diatas.

Ilmu sosial dasar merupakan satu bahan studi atau program pekerjaan yang khusus dirancanga untuk kepentingan atau pengerjaan yang di Indonesia diberikan di perguruan tinggi.

 

  1. 2.      TUJUAN

Sebagai salah satu dari mata kuliah dasar umum ilmu sosial dasar mempunyai tujuan pembinaan mahasiswa agar: Memahami dan menyadari kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah yang ada didalam masyarakat. Peka terhadap masala-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya. Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat slalu bersifat kompleks dan hanya mendekatinya dan mempelajarinya secar kritis dan interdisipliner

Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial.

Ilmu sosial dasar ISD dan ilmu penegetahuan sosial mempunyai persamaan dan perbedaan adapun persamaan antara keduanya adalah : Keduanya merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan/pengajaran. Keduanya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri. Keduanya mempunyai materi-materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan masalah sosial.

Adapun Perbedaan diantara keduamya adalah adalah: Ilmu sosial dasar diberikan di Perguruan Tinggi, sedangkan ilmu sosial dasar diberikan di sekolah dasar dan sekolah lanjutan

Ilmu sosial dasar merupakan salah satu mata kuliah tunggal, sedangkan ilmu penegetahuan sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran (Untuk sekolah lanjutan)

Ilmu sosial dasar diarahkan pada pembentukkan sikap dan kepribadian , sedangkan ilmu pengetahuan sosial diarahkan pada pembentukkan penegetahuan dan ktrampilan intelektual.

Berikut Bahan pelajaran Ilmu Sosial Dasar dapat dibedakan atas tiga golongan:

  1. Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyrakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu. Konsep-konsep sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan utntuk mempelajari masala-masalah sosial yang dibahas dalam ilmu pengetahuan sosial, contohnya: Keanekaragaman dan konsep kesatuan sosial bertolak dari kedua konsep tersebut diatas, maka dapat kita pahami dan kita sadari bahwa di dalam masyrakat selalu terdapat: Persamaaan dan perbedaan pola pemikiran dan pola tingkah laku baik secara individual atau kelompok atau golongan.
  2. Masalah-masalah sosial yang timbul didalam masyarakat bisasnya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial yang berkaitan.Konsorsium antar bidang telah menetapkan bahwa perkuliahan ilmu sosial dasar terdiri dari 8 pokok bahasan yaitu: Berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan. Masalah Individu, keluarga, danmasyarakat Masalah pemuda dan sosialisasi. Masalah hubungan antara warga Negara dan Negara Masalah pelapisan sosial dan kesamaan derajat. Masalah masyrakat perkotaan dan pedesaan
  3. Masalah pertentangan-pertentangan sosial dan intgrasi. Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Untuk membantu memahami terhadap masalah-masalah tersebut diatas maka dalam buku ini dihimpun kumpulan karangan yang disusun dan berkaitan dengan ,masing-masing pokok bahasan yang telah ditentukan.

 

  1. C.       INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT

Dalam hal ini individu bisa dikatakan sebagai manusia perseorangan pada dasarnya dibentuk oleh tiga aspek yaitu aspek organis jasmaniah, psikis rohaniah, dan sosial. Dalam perkembangannya menjadi ‘manusia’, sebagaimana diistilahkan oleh Dick Hartoko, individu tersebut menjalani sejumlah bentuk sosialisasi. Sosialisasi inilah yang membantu individu mengembangkan ketiga aspeknya tersebut.

Salah satu bentuk sosialisasi adalah pola pengasuhan anak di dalam keluarga, mengingat salah satu fungsi keluarga adalah sebagai media transmisi atas nilai, norma dan simbol yang dianut masyarakat kepada anggotanya yang baru. Di masyarakat terdapat berbagai bentuk keluarga di mana dalam proses pengorganisasiannya mempunyai latar belakang maksud dan tujuannya sendiri. Pranata keluarga ini bukanlah merupakan fenomena yang tetap melainkan sebuah fenomena yang berubah, karena di dalam pranata keluarga ini terjadi sejumlah krisis. Krisis tersebut oleh sebagian kalangan dikhawatirkan akan meruntuhkan pranata keluarga ini. Akan tetapi bagi kalangan yang lain apa pun krisis yang terjadi, pranata keluarga ini akan tetap survive.

Masyarakat adalah sekumpulan individu yang mengadakan kesepakatan bersama untuk secara bersama-sama mengelola kehidupan. Terdapat berbagai alasan mengapa individu-individu tersebut mengadakan kesepakatan untuk membentuk kehidupan bersama. Alasan-alasan tersebut meliputi alasan biologis, psikologis, dan sosial. Pembentukan kehidupan bersama itu sendiri melalui beberapa tahapan yaitu interaksi, adaptasi, pengorganisasian tingkah laku, dan terbentuknya perasaan kelompok. Setelah melewati tahapan tersebut, maka terbentuklah apa yang dinamakan masyarakat yang bentuknya antara lain adalah masyarakat pemburu dan peramu, peternak, holtikultura, petani, dan industri. Di dalam tubuh masyarakat itu sendiri terdapat unsur-unsur persekutuan sosial, pengendalian sosial, media sosial, dan ukuran sosial. Pengendalian sosial di dalam masyarakat dilakukan melalui beberapa cara yang pada dasarnya bertujuan untuk mengontrol tingkah laku warga masyarakat agar tidak menyeleweng dari apa yang telah disepakati bersama. Walupun demikian, tidak berarti bahwa apa yang telah disepakati bersama tersebut tidak pernah berubah. Elemen-elemen di dalam tubuh masyarakat selalu berubah di mana cakupannya bisa bersifat mikro maupun makro.

Apa yang menjadi kesepakatan bersama warga masyarakat adalah kebudayaan, yang antara lain diartikan sebagai pola-pola kehidupan di dalam komunitas. Kebudayaan di sini dimengerti sebagai fenomena yang dapat diamati yang wujud kebudayaannya adalah sebagai suatu sistem sosial yang terdiri dari serangkaian tindakan yang berpola yang bertujuan untuk memenuhi keperluan hidup. Serangkaian tindakan berpola atau kebudayaan dimiliki individu melalui proses belajar yang terdiri dari proses internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi.

Aspek individu, keluarga, dan masyarakat adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu, individu juga membutuhkan kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai potensinya sebagai manusia. Lingkungan sosial yang pertama kali dijumpai individu dalam hidupnya adalah lingkungan keluarga. Di dalam keluargalah individu mengembangkan kapasitas pribadinya. Di samping itu, melalui keluarga pula individu bersentuhan dengan berbagai gejala sosial dalam rangka mengembangkan kapasitasnya sebagai anggota keluarga. Sementara itu, masyarakat merupakan lingkungan sosial individu yang lebih luas. Di dalam masyarakat, individu mengejewantahkan apa-apa yang sudah dipelajari dari keluarganya. Mengenai hubungan antara individu dan masyarakat ini, terdapat berbagai pendapat tentang mana yang lebih dominan. Pendapat-pendapat tersebut diwakili oleh Spencer, Pareto, Ward, Comte, Durkheim, Summer, dan Weber. Individu belum bisa dikatakan sebagai individu apabila dia belum dibudayakan. Artinya hanya individu yang mampu mengembangkan potensinya sebagai individulah yang bisa disebut individu. Untuk mengembangkan potensi kemanusiaannya ini atau untuk menjadi berbudaya dibutuhkan media keluarga dan masyarakat.

 

  1. 1.         INDIVIDU
  2. a.         Pengertian Individu

“Individu” berasal dari kata latin. “Individuum” artinya “yang tak terbagi”. Jadi, merupakan suatu sebutan yang dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya.

  1. b.         Pengertian Pertumbuhan

Walaupun terdapatnya perbedaan pendapat diantara para ahli, namun diakui bahwa pertumbuhan itu adalah suatu perubahan yang menuju ke arah yang lebih maju dan lebih dewasa.

Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. Maksud proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh baik dari pengalaman atau empiris luar melalui panca indera yang menimbulkan sensations maupun pengalaman dalam mengenai keadaan batin sendiri yang menimbulkan reflexionis.

Lain halnya dengan pendapat dari aliran psikologis Gestalt tentang pertumbuhan. Menurut para ahli dan aliran ini bahwa pertumbuhan adalah proses diferensiasi. Dalam proses diferensiasi yang pokok adalah keseluruhan, sedang bagian-bagian hanya mempunyai arti sebagai bagian keseluruhan dalam hubungan fungsional dengan bagian-bagian yang lain.

  1. c.          Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan
    1. Pendirian Nativistik

Pada ahli dari golongan ini menunjukkan berbagai kesempatan atau kemiripan antara orang tua dengan anaknya. Misalnya seorang ayah memiliki keahlian di bidang seni lukis maka kemungkinannya besar anaknya juga menjadi pelukis.

  1. Pendirian Empiristik dan Environmentalistik

Para ahli berpendapat, bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperanan sama sekali. Jadi menurut pendirian ini menolak dasar dalam pertumbuhan individu dan lebih jauh menekankan pada lingkungan dan konsekuensinya hanya lingkunganlah yang banyak dibicarakan.

  1. Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme

Kebanyakan para ahli mengikuti pendirian konvergensi dengan modifikasi seperlunya. Suatu modifikasi yang terkenal yang sering dianggap sebagai perkembangan lebih jauh konsepsi konvergensi ialah konsepsi interaksionisme yang berpandangan dinamis yang menyatakan bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.

Tahap Pertumbuhan Individu Berdasar Psikologi

Pertumbuhan individu sejak lahir sampai masa dewasa atau masa kematangan itu melalui beberapa fase sebagai berikut :

  1. Masa Vital yaitu dari 0.0 samapi kira-kira 2.0 tahun
  2. Masa Estetik dari umur kira-kira 2.0 tahun sampai kira-kira 7.0 tahun
  3. Masa Intelektual dari kira-kira umur 7.0 tahun sampai kira-kira umur 13.0 tahun atau 14.0 tahun
  4. Masa Sosial, kira-kira umur 13.0 tahun atau 14.0 tahun sampai kira-kira umur 20.0 tahun atau 21.0 tahun

 

  1. 2.         KELUARGA

Keluarga adalah unit / satuan masyarakat yang terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Keluarga biasanya terdiri dari suami, isteri dan anak-anak. Anak-anak inilah yang nantinya berkembang dan mulai bisa melihat dan mengenal arti diri sendiri dan kemudian belajar melalui pengenalan itu.

  1. 1.      Pengertian Keluarga

Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta “kulawarga”. Kata kula berarti “ras” dan warga yang berarti “anggota”.Keluarga adalah lingkungan di mana terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Menurut Ki Hajar Dewantara keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki.

Dalam kehidupan keluarga sering kita jumpai adanya pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan. Suatu pekerjaan atau tugas yang harus dilakukan itu biasa disebut fungsi. Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu.

 

  1. 2.      Macam-Macam Fungsi Keluarga
    1. Fungsi Biologis

Dengan fungsi ini diharapkan agar keluarga dapat menyelenggarakan persiapan-persiapan perkawinan bagi anak-anaknya. Karena dengan perkawinan akan terjadi proses kelangsungan keturunan

  1. Fungsi Pemeliharaan

Keluarga diwajibkan untuk berusaha agar setiap anggotanya terlindung dari gangguan udara, penyakit dan bahaya lainnya

  1. Fungsi Ekonomi

Keluarga berusaha menyelenggarakan kebutuhan manusia yang pokok yaitu, kebutuhan makan dan minum, kebutuhan pakaian untuk menutup tubuhnya dan kebutuhan tempat tinggal

  1. Fungsi Keagamaan

Keluarga diwajibkan untuk menjalani dan mendalami serta mengamalkan ajaran-ajaran agama dalam pelakunya sebagai manusia yang takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

  1. Fungsi Sosial

Keluarga berusaha untuk mempersiapkan anak-anaknya bekal-bekal selengkapnya dengan memperkenalkan nilai-nilai dan sikap-sikap yang dianut oleh masyarakat

  1. 3.         MASYARAKAT
    1. a.      Pengertian Masyarakat

Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata “masyarakat” sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.

Drs. JBAF Mayor Polak menyebut masyarakat (society) adalah wadah segenap antar hubungan sosial terdiri atas banyak sekali kolektiva-kolektiva serta kelompok dan tiap-tiap kelompok terdiri atas kelompok-kelompok lebih baik atau subkelompok.

Menurut Prof. M. M. Dojojodiguno tentang masyarakat adalah suatu kebulatan daripada segala perkembangan dalam hidup bersama antara manusia dengan manusia.

  1. b.      Organisasi/kelompok Masyarakat

Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian. Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan kelompok masyarakat berdasarkan cara bertahan hidup/ mata pencahariannya sebagai berikut:

  1. Masyarakat pemburu
  2. Masyarakat pastoral nomadis
  3. Masyarakat bercocoktanam
  4. Masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban. Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional.

Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besarnya, terdapat masyarakat sebagai berikut :

  1. Masyarakat band
  2. suku
  3.  Chiefdom
  4.  Masyarakat negara.

Berbagai pengelompokan masyarakat ini menggambarkan stuktur masyarakat yang merupakan symbol sebuah interkasi antar individu atau keluarga. Selain akan memberikan kemudahan dalam mengidentifikasi keberadaan sebuah komunitas, adanya struktur ini pula yang selanjutnya memuculkan berbagai kesepekatan, problem dan proses menjaga dan mewujudkan tujuan bersama, sehingga dalam mempelajari masyarakat akan banyak kita jumpai tema-tema, system nilai (value system), problem social, kesenjangan atau lain sebagainya serta upaya-upaya kerjasama dan pengendalian social-interaksional, yang kesemuanya lah menjadi ruang kajian Ilmu dasar social ataupun ilmu pengetahuan sosial

  1. 4.         INTERAKSI SOSIAL : INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKA
  2. a.      Makna Individu, Keluarga dan Masyarakat
    1. 1.      Makna Individu

Manusia adalah makhluk individu. Makhluk individu berarti makhluk yang tidak dapat dibagi-bagi, tidak dapat dipisah-pisahkan antara jiwa dan raganya. Pendapat lain bahwa manusia sebagai makhluk individu, tidak hanya dalam arti makhluk keseluruhan jiwa raga, melainkan juga dalam arti bahwa tiap-tiap orang itu merupakan pribadi (individu) yang khas menurut corak kepribadiannya, termasuk kecakapan-kecakapan serta kelemahan-kelemahannya.

  1. 2.      Makna Keluarga

Keluarga adalah merupakan kelompok primer yang paling penting di dalam masyarakat. Keluarga merupakan sebuah group yang terbentuk dari perhubungan laki-laki dan wanita, perhubungan mana sedikit banyak berlangsung lama untuk menciptakan dan membesarkan anak-anak.

Disini kita sebutkan 5 macam sifat terpenting, yaitu :

  1. Hubungan suami-isteri
  2. Bentuk perkawinan di mana suami-isteri itu diadakan dan dipelihara
  3. Susunan nama-nama dan istilah-istilah termasuk cara menghitung keturunan
  4. Milik atau harga benda keluarga
  5. Pada umumnya keluarga itu tempat bersama / rumah bersama

Karena keluarga sudah merupakan kumpulan dari beberapa indvidu, artinya kumpulan dari beberapa karakter, kepentingan, potensi, kelemahan dan tentu mereka juga merumuskan tujuan keluarga, disamping tujuan – tujuan individu mereka. Maka untuk menjaga dan mewujudkan tujuan bersama (keluarga) diperlukan kesadaran bersama, sadar bahwa mereka memiliki satu tujuan, sadar bahwa mereka masing- masing memiliki karakter, potensi, kelemahan dan keinginan, maka perlu dirumuskan sebuah nilai system (value system) yang harus dijadikan pedoman bagi semua bagaian keluarga dalam berinteraksi, serta perlu adanya upaya pengendali agar kepentingan pribadi tidak menghambat kepentingan bersama (pengendalian social).

Secara sederhana keluarga merupakan bagian dari masyarakat yang paling sederhana, sehingga di dalamnya juga berlaku pola interkasi di masyarakat yang lebih luas.

  1. 3.      Makna Masyarakat

Seperti halnya dengan definisi sosiologi yang banyak jumlahnya kita dapati pula definisi-definisi tentang masyarakat yang juga tidak sedikit. Mengenai arti masyarakat ini, baiklah di sini kita kemukakan beberapa definisi mengenai masyarakat itu, seperti misalnya :

  1. R. Linton : Setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama, sehingga mereka itu mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu
  2. M.J Herskovist : Kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu
  3. J.L Gillin dan J.P Gillin : kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama
  4. S.R Steinmetz : Kelompok manusia yang terbesar yang meliputi pengelompokkan-pengelompokkan manusia yang lebih kecil, yang mempunyai hubungan yang erat dan teratur
  5. Hasan Shadily : Golongan besar atau kecil dari beberapa manusia, dengan atau karena sendirinya, bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh kebatinan satu sama lain

Kelompok manusia yang dimaksud di atas yang belum terorganisasikan mengalami proses fundamental, yaitu :

  1. Adaptasi dan organisasi dari tingkah laku para anggota
  2. Timbul perasaan berkelompok secara lambat laun atau lesprit de corps

Proses ini biasanya bekerja tanpa disadari dan diikuti oleh semua anggota kelompok dalam suasana trial dan error.

Mengingat definisi-definisi masyarakat tersebut di atas, maka dapat di ambil kesimpulan, bahwa masyarakat harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut :

a.  Harus ada pengumpulan manusia, dan harus banyak. Bukan pengumpulan binatang

b. Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama dalam suatu daerah tertentu

c.  Adanya aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama

Hal ini disebabkan manusia sejak lahir mempunyai 2 hasrat / keinginan, yaitu :

  • Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain disekelilingnya (yaitu masyarakat), ilmu sosial
  • keinginan untuk menjadi satu dengan suasana sekelilingnya

Menurut Ellwood, faktor-faktor yang menyebabkan manusia hidup bersama, adalah :

a.  Dorongan untuk mencari makan

b.  Dorongan untuk mempertahankan diri

c.  Dorongan untuk melangsungkan jenis

Jadi masyarakat itu dibentuk oleh individu-individu yang beradab dalam keadaan sadar. Individu-individu yang hilang ingatan, individu-individu yang fikirannya rusak, individu-individu type bertapa tidak dapat menjadi anggota masyarakat yang permanen, melainkan hanyalah kepada mereka yang benar-benar saling mengikatkan dirinya dengan individu-individu lainnya. Maka masyarakat dalam makna sebenarnya bisa menjadi ruang seleksi bagi kualitas individu-individu yang membentuknya. Sebagai sebuah catatan bersama dalam proses interkasi social hal-hal yang perlu kita fahami adalah, kemampuan adaptasi, eksis, value system, pengendalian social, dan kerjasama dengan berbagi jenisnya.

BAB III

PENUTUP

  1. KESIMPULAN
  1. Latar belakang Ilmu Sosial Dasar (ISD) dimunculkan sebagai materi perkuliah umum di Perguruan Tinggi adalah sebagi sebuah upaya mewujudkan manusia-manusia yang memiliki kemampuan professional, terampil dan cakap serta kemampuan mengadaptasikan diri dalam masyarakat  dengan kepekaan terhadap kondisi masyarakat sehingga mampu memberikan pengabdian kepada masyarakat dan bangsa
  2. Ruang lingkup ISD dapat dikategorikan dalam 3 golongan:
    1. Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu.
    2. Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan Sosial.
    3. Masalah-masalah yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial yang antara yang satu dengan yang lainnya berbeda.
    4. Interkasi social : Individu, keluarga dan masyarakat. Individu merupakan elemen pokok pembentuk keluarga dan keluarga merupakan bagian terkecil dari masyarakat. Dalam bermasyarakat diperlukan rumusan dan kesepakatan tujuan bersama, value system, pengendalian social, kemampuan adaptasi dan pengorganisasian serta berbagai bentuk kerjasama. Masyarakat adalah sebagai wadah menempa kualitas individu serta seleksi kualitas dan golongan individu.
    5. Jadilah pribadi yang cakap, terampil dan professional
    6. Jadilah pribadi yang peka dan cerdas dalam membaca situasi social karena hal tersebut merupakan kemampuan dasar yang akan sangat menentukan kualitas individu dalam masyarakat
    7. Jadilah professional yang peka terhadap kondisi social dan memiliki semangat mengabdi kepada masyarakat dan bangsa, bukan sebalik menjadikan kemampuan untuk mengacau system social serta membawa masyarakat dalam keterpurukan
  1. SARAN

DAFTAR PUSTKA

 

M. Munandar Soelaiman, 2011, sosial dasar: teori dan konsep ilmu social, Jakarta : Refika Aditama

A. W. Widjaya, 1986, Ilmu dasar social : pedoman pokok-pokok bahasan dan satuan acara perkuliahan mata kuliah dasar umum, Yogyakarta : Akademika presindo

http://lopikir.blogspot.com/2010/11/tugas-ilmu-sosial-dasarbab3-individu.html

http://sigitloveskate.wordpress.com/tugas-ilmu-sosial-dasar-isd/

http://donay378.blogspot.com/2010/10/individu-keluarga-dan-masyarakat.html

http://linaa-mybigfantasy.blogspot.com/2010/10/definisi-ilmu-sosial-dasar.html

http://andryandutagama.blogspot.com/2011/10/ruang-lingkup-isd.html

http://id.wikipedia.org